Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Fasilitasi Inkubator Bisnis (Rev ZI).doc

May 3, 2018 | Author: Anonymous | Category: Documents
Report this link


Description

Draf 19 Maret 2013 PEDOMAN PELAKSANAAN FASILITASI INKUBATOR BISNIS TAHUN 2013 KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN PEMUDA ASISTEN DEPUTI KEWIRAUSAHAAN PEMUDA TAHUN 2013 TIM PENYUSUN Pengarah : · M. B. Zubakhrum, M. Si Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Penanggungjawab : · Drs. Ponidjan, M. Pd. Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Ketua : · Dra. Ahyani Kepala Bidang Perintisan, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Anggota : · Drs. Agung Setiadi, MM · Drs. Usmayadi Abbas, MM · Mumu Muladi · Febtia Mulia Kusumasasri, SE. MM · Ir. Zul Ichsan, M.Si · Syamsul Qomar, SE · Dr. M. Irsan, M.Pd · Drs. Dadang Mulyana, M.Pd · Ibnu Wahid, STP, MT · Muhammad Hamid Anwar, M.Phil Sekretariat : Tim Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Penerbit : Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Jalan Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Telp/Faks : (021) 5738158 PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyusun Pedoman Pelaksanaan Fasilitasi Inkubator Bisnis tahun 2013. Inkubator Bisnis adalah lembaga yang melakukan kegiatan memfasilitasi wirausaha pemula untuk diinkubasi hingga sampai akhirnya menjadi pengusaha yang mandiri. Peran inkubator bisnis selama ini banyak dimainkan oleh lembaga-lembaga perguruan tinggi dan lembaga lembaga keswadayaan masyarakat lainnya. Beberapa diantaranya berorientasi laba, artinya para pengusaha/wirausahawan yang difasilitasi harus membayar dalam jumlah tertentu hingga sampai akhirnya menjadi pengusaha pemula yang mandiri. Fasilitas pendampingan semacam ini tentu sulit diakses oleh wirausaha muda pemula (WMP) yang notabene baru belajar berwirausaha dengan modal yang terbatas, atau bahkan tanpa modal sama sekali. Melalui fasilitas bantuan dana hibah (block grant) yang diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada inkubator bisnis diharapkan wirausaha muda pemula (WMP) dapat dilayani tanpa dipungut biaya hingga usaha mereka berkembang menjadi usaha mandiri dan tangguh. Semoga Pedoman ini bermanfaat bagi kita dalam mengembangkan kewirausahaan pemuda di Indonesia. Kepada seluruh pihak yang turut membantu tersusunnya panduan ini, kami ucapkan terima kasih. Jakarta, Maret 2013 Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Drs. Ponijan, M.Pd SAMBUTAN Assalamu’alaikum Wr. Wb Pelayanan kepemudaan mempunyai arah untuk meningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda dalam membangun jati dirinya. Selain itu, pelayanan kepemudaan diarahkan untuk menumbuhkan dinamika, budaya prestasi, dan semangat profesionalitas dalam rangka mencapai pemuda maju yang berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing tinggi. Untuk mendorong pengembangan usaha wirausaha muda pemula (WMP) secara efektif, diperlukan peran pendampingan dari lembaga inkubator bisnis yang profesional. Lembaga inkubator bisnis profesional dengan didukung oleh sumebrdaya pendamping/coach profesional keberadaannya relatif terbatas. Kapasitas pembinaannya kepada para pengusaha pemula pun sangat terbatas. Hal ini antara lain disebabkan oleh terbatasnya sumberdaya yang dimiliki, antara lain sumberdaya pendanaan. Sehubungan dengan hal tersebut, kami menyambut baik kegiatan Fasilitas Inkubator Bisnis tahun 2013 dan mendorong diselenggarakannya kegiatan-kegiatan serupa di masa mendatang agar semakin banyak pemuda kita yang terjun ke dunia wirausaha dan dapat berkembang menjadi wirausaha muda pemula yang mandiri dan berdaya saing. Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Pengembangan Pemuda MB. Zubakhrum Tjenreng DAFTAR ISI SAMBUTAN................................................................................i PENGANTAR..............................................................................ii DAFTAR ISI...............................................................................iii BAB I PENDAHLUAN………………………………………………………1 A. LATAR BELAKANG………………………………………………….1 B. TUJUAN………………………………………………………………..2 C. SASARAN……………………………………………………………...3 D. MANFAAT KEGIATAN……………………………………………….3 E. PENGERTIAN…………………………………………………………4 BAB II PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS………………………5 A. ARAH PENGEMBANGAN…………………………………………..6 B. PROGRA PENDAPINGAN…………………………………………..7 C. MATERI PENDUKUNG……………………………………………..7 D. BANTUAN TOKNOLOGI PRODUKSI…………………………….7 BAB III FASILITASI INKUBATOR BISNIS……………………………….8 A. PESERTA PROGRAM………………………………………………..8 B. PERSYARATAN CALON PENERIMA BANTUAN………………..8 C. PERSYARATAN PROPOSAL ……………………………………….9 D. TAHAPAN-TAHAPAN KEGIATAN…………………………………10 E. PENGGUNAAN DANA………………………………………………10 BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM.........................12 A. SOSIALISASI………………………………………………………….12 B. TIM VERIFIKASI……………………………………………………..12 C. PELAKSANAAN VERIFIKASI………………………………………12 D. PENETAPAN…………………………………………………………..13 E. PERJANJIAN KERJASAMA………………………………………..13 F. PENCAIRAN DANA…………………………………………………..13 G. PENERBITAN SPM…………………………………………………..14 H. PEMANFAATAN DAN PEMBELANJAAN…………………………14 I. PELAPORAN DAN AUDIT…………………………………………..15 BAB V PENUTUP……………………………………………………………..16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan wurausaha muda yang tangguh memerlukan sinergi dari seluruh pihak, baik kalangan pemerintah sebagai pembentuk kebijakan, kalangan perguruan tinggi sebagai center for excellence, dan lembaga-lembaga masyarakat sebagai motor penggerak pengembangan kewirausahaan pemuda. Para pemuda harus diberikan motivasi agar para calon wirausahawan pemula yang memiliki potensi besar terpendam dapat diberdayakan dan memberdayakan diri mereka sendiri. Setelah diberikan motivasi, mereka dibina untuk menyusun studi kelayakan dan perencanaan bisnis dengan mengacu pada identifikasi kompetensi, perumusan konsep bisnis, pengoptimalan jejaring, dan penguatan komitmen. Setelah usaha berjalan, berikutnya dilakukan penguatan pada fungsi-fungsi manajemen, seperti standarisasi operasional dan produk, mengefektifkan bauran pemasaran, mengatur arus kas, mengefisienkan pengelolaan keuangan, menyusun laporan keuangan, serta mengelola sumber daya manusia. Pada banyak program pemerintah atau perguruan tinggi yang ada saat ini baru sampai pada tahapan tersebut, yaitu membentuk wirausaha baru. Akan tetapi justru dalam perjalanannya, hal yang membuat program berjalan berkesinambungan adalah perlunya pembentukan pendamping yang memiliki ketrampilan pendampingan dan wawasan bisnis. Pendamping ini akan memberikan efek massif pada keberhasilan program pembentukan wirausaha pemuda, di mana pada sisi inilah sebenarnya fungsi inkubator bisnis sangat diperlukan. Inkubator Bisnis adalah suatu fasilitas yang menyediakan berbagai kegiatan di mana para calon pengusaha dapat menerima informasi dan berbagai bantuan yang penting berupa jasa pelayanan yang bernilai tambah dan peralatan yang tidak mungkin dimiliki, dapat diakses atau diketahui oleh para calon pengusaha tersebut (Barbara Harley, International Business Incubator – Silicon Valley). Definisi lain adalah sebuah lembaga yang berorientasi laba atau non-laba yang memfasilitasi pengusaha untuk diinkubasi hingga sampai akhirnya menjadi pengusaha pemula (start-up company) yang mandiri. Jadi, Inkubator bisnis ibarat inkubator bagi bayi prematur yang bertugas mendampingi dan memberikan sumberdaya agar tumbuh menjadi manusia dewasa yang tangguh. Peran inkubator bisnis selama ini banyak dimainkan oleh lembaga-lembaga perguruan tinggi dan lembaga lembaga keswadayaan masyarakat lainnya. Beberapa diantaranya berorientasi laba, artinya para pengusaha/wirausahawan yang difasilitasi harus membayar dalam jumlah tertentu hingga sampai akhirnya menjadi pengusaha pemula yang mandiri. Fasilitas pendampingan semacam ini tentu sulit diakses oleh wirausaha muda pemula (WMP) yang notabene baru belajar berwirausaha dengan modal yang terbatas, atau bahkan tanpa modal sama sekali. Bagi lembaga inkubator yang tidak berorientasi laba biasanya berupaya mencari pendanaan dari berbagai sumber yang tidak mengikat dalam bentuk hibah atau block grant. Namun, dana berbentuk hibah juga sulit diperoleh dalam jumlah yang memadai dan berkesinambungan. Akibatnya, sebagian besar WMP dapat dipastikan sulit untuk terlayani oleh berbagai lembaga inkubasi yang ada. Biaya yang cukup besar dikelaurkan oleh lembaga inkubasi antara lain adalah biaya jasa keahlian bagi pendamping/choach. Seorang choach profesional perlu membekali diri mereka dengan traning khusus hingga memiliki standar kompetensi tertentu dan mendapat sertifikat keahlian dari lembaga sertifikasi yang kompeten. Menyadari hal tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asdep Kewirausahaan Pemuda pada tahun 2013 memiliki program untuk memfasilitasi WMP agar mendapatkan pendampingan dari lembaga inkubator bisnis secara “gratis”. Mekanismenya adalah dengan memberikan fasilitasi kepada lembaga inkubator bisnis yang tidak berorientasi laba (bukan perusahaan), sehingga mereka dapat memberikan layanan inkubasi/pendampingan bagi WMP di sekitra wilayah operasinya. Guna mencapai tujuan tersebut, maka perlu disusun pedoman penyelenggaraan program bantuan sosial kepada inkubator bisnis guna penyelenggaraan inkubasi bisnis kepada Wirausaha Muda Pemula (WMP) dan Kelompok Kewirausahaan Pemuda (KWP) . B. Tujuan Tujuan penyusunan pedoman ini adalah: 1. Sebagai acuan bagi inkubator bisnis yang akan mengakses kegiatan kewirausahaan pemuda dari Kemenpora. 2. Sebagai sarana pendampingan (coaching), sumber informasi, dan komunikasi dalam rangka meningkatkan kinerja bagi unit-unit usaha pemuda. 3. Sebagai acuan bagi pelaksana dan elemen yang berkepentingan dalam proses perencanaan program, seleksi, penetapan penyelenggaraan program, penyaluran dana, pengawasan, monitoring, evaluasi dan pelaporan. Tujuan Kegiatan inkubasi bisnis adalah: 1. Meningkatkan kemampuan berwirausaha bagi Wirausaha Muda Pemula (WMP), Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) dan Sentra Kewirausahan Pemuda (SKP) dalam mengembangkan usahanya. 2. Meningkatkan kinerja peserta inkubasi secara terstruktur dan memiliki kinerja yang terukur. 3. Meningkatkan dan memperluas jaringan usaha dan jaringan pemasaran. C. Sasaran Sasaran Kegiatan ini adalah Inkubator Bisnis yang memenuhi syarat yang ditetapkan dalam pedoman ini yang akan mendapatkan Bantuan Sosial untuk memberikan pendampingan (coaching) kepada Wirausaha Muda Pemula (WMP), Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) dan Sentra Kewirausahan Pemuda (SKP) D. Manfaat Kegiatan Manfaat yang diharapkan diperoleh dari kegiatan ini adalah 1. Berkembangnya peran lembaga inkubator binsis di tanah air dalam memberikan pendampingan kepada wirausaha muda pemula sehingga WMP memdapatkan pembinaan dari para pendamping/coach yang profesional, 2. Lahirnya wirausaha muda pemula yang memiliki landasan pengetahuan yang kuat dalam menjalankan usahanya sehingga mampu berkembang menjadi wirausaha muda pemula yang tangguh dan berdayasaing, 3. Terbangunnya budaya baru dalam mengembangkan usaha dengan landasan pengetahuan yang memadai. E. Pengertian 1. Inkubator Bisnis adalah lembaga yang berorientasi laba atau non-laba yang memfasilitasi pengusaha untuk diinkubasi hingga sampai akhirnya menjadi pengusaha pemula (start-up company) yang mandiri. 2. Wirausaha Muda Pemula (WMP) adalah pemuda Indonesia berusia antara 16 s.d. 30 tahun yang baru memulai usaha (start-up) hingga jangka waktu 48 bulan, 3. Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) adalah unit usaha produktif (bisnis) yang belum berbadan hukum (akte notaris) memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil milik kelompok yang beranggota 3-10 orang pemuda; 4. Sentra Kewirausahan Pemuda (SKP) adalag pusat kegiatan kewirausahaan pemuda yang dilakukan oleh dan untuk pemuda dalam rangka pengembangan kewirausahaan pemuda melalui proses pembelajaran dan pemandirian. 5. Pendamping (coach) adalah seseorang yang memiliki keahian dalam melakukan peran pendampingan bagi wirausaha. BAB II PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS A. Arah Pengembangan Inkubor Bisnis Inkubator Bisnis adalah suatu fasilitas yang menyediakan berbagai kegiatan di mana para calon pengusaha dapat menerima informasi dan berbagai bantuan yang penting berupa jasa pelayanan yang bernilai tambah dan peralatan yang tidak mungkin dimiliki, dapat diakses atau diketahui oleh para calon pengusaha tersebut (Barbara Harley, International Business Incubator – Silicon Valley). Definisi lain adalah sebuah lembaga yang berorientasi laba atau non-laba yang memfasilitasi pengusaha untuk diinkubasi hingga sampai akhirnya menjadi pengusaha pemula (start-up company) yang mandiri. Jadi, Inkubator bisnis ibarat inkubator bagi bayi prematur yang bertugas mendampingi dan memberikan sumberdaya agar tumbuh menjadi manusia dewasa yang tangguh. Model Pengembangan yang paling efisien adalah model pendampingan berbasis coaching. Coaching memegang prinsip bahwa coachee (orang yang di-coach) secara alamiah kreatif, penuh sumber daya, dan merupakan manusia yang utuh. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengetahui jawaban paling tepat terhadap semua permasalahannya sendiri. Diperlukan seorang pendamping yang akan membukakan keberanian atau sumber daya untuk menyelesaikan masalahnya melalui serangkaian pertanyaan yang menggugah. Dengan pendekatan ini, coach tidak dilihat selalu sebagai expert (serba tahu dan mempunyai jawaban terhadap semua masalah) dalam kehidupan coachee. Tugasnya adalah mengajukan pertanyaan yang tepat di saat yang tepat agar coachee bisa memulai suatu perjalanan menuju self discovery dan awareness (pemahaman dan kesadaran mengenai keadaan diri sendiri) dari perspektif baru yang berbeda. Atau dengan kata lain coaching adalah kegiatan kemitraan dengan klien melalui proses memprovokasi pikiran secara kreatif sehingga menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional mereka” Menurut data dari ICF (International Coach Federation) apabila para coachee melaksanakan prinsip-prinsip hasil proses coaching mereka, maka akan menghantarkan kesuksesan mencapai target sebesar 88% artinya sangat bermanfaat bagi pelaksanaan peningkatan kinerja bisnis. Model ini sangat efisien untuk meningkatkan kinerja bisnis bagi Wirausaha Muda Pemula (WMP). Oleh karena ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun 2013 ini berupaya untuk dapat memperluas model pengembangan wirausaha muda pemula ini melalui coaching yang dilakukan dalam sebuah lembaga inkubasi bisnis. B. Program Pendampingan (Coaching) Model pendampingan harus melaui model pengembangan dengan Materi utama yang akan disampaikan dalam pendampingan UMKM adalah sebagai berikut: 1) Fundamental, dengan membahas tentang aspek fundamental bisnis seperti : bagaimana menyusun visi dan misi, menentukan dan membangun budaya perusahaan, penguasaan business process, pemahaman dan penguasaan aspek finansial 2) Productivity, membahas tentang bagaimana meningkatkan produktifitas dan profitabilitas usaha, antara lain tentang : bagaimana melakukan Targeting dan Positioning, bagaimana menyusun Unique Selling Propositions, bagaimana menyusun Marketing Tools yang berkualitas dan efektif, bagaimana strategi mendapatkan New Customers, bagaimana strategi mengelola Existing Customers, bagaimana menghitung Acquisition Cost dan Lifetime Value, dan sebagainya. 3) Simplicity, membahas tentang bagaimana membuat bisnis menjadi tersistemasi dengan baik. Temasuk dalam pembahasan ini antara lain : bagaimana membuat flowchart, bagaimana menyusun sebuah SOP dan manual bisnis, bagaimana menyusun Key Performance Indicator, bagaimana merancang Balance Score Cards dan lain-lain 4) Multiply membahas elemen pengali dalam bisnis. Setelah kuat secara fundamental, kemudian bisnis lebih produktif dan menguntungkan, sistem telah dibangun dan bisnis menjadi lebih simple, maka bisnis telah siap untuk dilipat gandakan. Termasuk dalam pembahasan ini antara lain tentang leadership, recruitment, people development, communication dan assesment. 5) Freedom, Dalam menjalankan roda usaha, tak banyak pengusaha yang berani berpikir untuk mencoba menerapkan exit strategy atau meninggalkan kerajaan bisnisnya ketika perusahaannya dirasa cukup mampu untuk dilepas atau berjalan mandiri tanpa peran kemempinannya. Exit strategy bukan berarti menyerah dalam menjalankan roda usaha. Namun yang dimaksud dengan exit strategy yaitu langkah yang dipilih para pelaku usaha untuk sengaja meninggalkan bisnisnya guna merencanakan bidang usaha baru atau menyerahkan kendali usaha kepada generasi penerusnya. C. Materi Pendukung Materi pendukung akan menjelaskan secara detail tentang aspek materi bisnis yang merupakan teknik-teknik pencapaian tujuan dan pengelolaan bisnis. Salah satu materi pendukung yang dibutuhkan oleh pengusaha pemula adalah tentang pengetahuan keuangan. Materi ini sebaiknya memang disampaikan untuk para pemilik bisnis. Namun sebagai pendamping bisnis yang tidak menguasai hal keuangan adalah suatu kelemahan yang menghambat. Sehingga banyak pendamping bisnis melakukan pendampingan bisnis tanpa merasa perlu tahu tentang ilmu keuangan. Beberapa bahkan cukup alergi dengan keuangan. Apabila pendamping bisnis tidak menjalankan bagaimana pola berfikir dan strategi keuangan yang tepat, maka mereka akan cenderung mendampingi peserta sehingga mereka terjebak pada aktivitas bisnis (work hard) tanpa pernah berfikir ke arah yang lebih strategis. Peserta diharapkan mampu memahami tentang bagaimana menyusun laporan keuangan serta konsep-konsepnya, kemudian peserta akan dbelajar tentang bagaimana menganalisa laporan keuangan yang merupakan proses penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi usaha pada masa sekarang dan masa lalu. Analisa ini bertujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja pada masa mendatang serta kemungkinan risiko yang ada sehingga pemilik bisnis dapat merencanakan hal-hal yang dipandang akan menaikkan performance keuangan serta perbaikan atas hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi bisnis. D. Kerangka Kerja Logis Pendampingan (Coaching) Appraisal Implementation Exit Strategy Business Check Up Coaching Monitoring Survey Training Evaluasi Wawancara Pendampingan Permodalan Desk Evaluation Konsultasi Akses Pasar E. Bantuan Teknologi Produksi Bantuan teknologi produksi dilakukan untuk membantu unit-unit usaha pemuda dalam meningkatkan produksi usahanya baik dari segi kualitas maupun kunatitas sehingga mampu bersaing di pasaran baik lokal maupun nasional. BAB III FASILITASI INKUBATOR BISNIS Fasilitasi lembaga Inkubator Bisnis merupakan sebuah kegiatan memfasilitasi peran lembaga inkubator bisnis dalam melakukan pendampingan kepada wirausaha muda pemula (WMP), Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) dan Sentra Kewirausahan Pemuda (SKP) agar semakin banyak yang memperoleh pendampingan dari para pendamping/coach profesional dalam menjalankan usahanya. Inkubator Bisnis dapat menjalankan fungsi inkubasi bisnis dalam bentuk kegiatan pendidikan, pelatihan, pembiayaan, pendampingan, dan mentoring. Tujuan pemberian bantuan kepada inkubator bisnis adalah untuk mendukung dan meningkatkan peran inkubator dalam melakukan fungsinya membina WMP. Dana stimulus bagi inkubator bisnis berjumlah Rp. 6.750.000.000,- (enam milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah), yang terbagi dalam 27 paket @ Rp.250.000.000,- A. Peserta Program Peserta program fasilitasi inkubator bisnis adalah lembaga yang mempunyai kemampuan untuk menyelenggarakan fungsi inkubasi yang berbentuk yayasan, perkumpulan, dan bentuk badan hukum lainnya yang bukan berorientasi keuntungan. B. Persyaratan Calon Penerima Bantuan Persyaratan Umum Inkubator Bisnis yang dapat dicalonkan sebagai calon penerima dana bantuan ini harus memenuhi Persyaratan Umum sebagai berikut: a. Memiliki AD/ART dan akte pendirian lembaga, b. Memiliki SK Kepengurusan yang masih berlaku, c. Memiliki NPWP atas nama lembaga, d. Memiliki Rekening Bank atas nama lembaga. Persyaratan Khusus Inkubator Bisnis yang memenuhi kriteria umum di atas dapat diusulkan sebagai calon penerima dana bantuan dengan persyaratan usulan sebagai berikut: a. Inkubator Bisnis memiliki minimal 5 tenaga pelaksana yang telah sesuai memiliki kemampuan pendampingan dan pelatihan kewirausahaan pemuda. b. Inkubator Bisnis wajib mengikutsertakan Wirausaha Muda Pemula (WMP), Kelompok Wirausaha Pemuda (KWP) dan Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP) yang menerima dana bantuan (bansos) dari Kementerian Pemuda dan Olehraga di wilayah kerjanya, dan dapat mengikutsertakan WMP, KWP dan SKP lainnya. c. Usulan diketahui oleh Dinas Pemuda dan Olahraga/Badan Pemuda dan Olahraga atau Dinas/Badan Lain yang menangani kepemudaan di tingkat Propinsi. Jika usulan yang masuk langsung dari unit usaha yang bersangkutan, perorangan, atau dari unit kerja lain tidak akan diproses, d. Inkubator Bisnis yang bersangkutan membuat Surat Permohonan untuk memperoleh Fasilitasi Dana Stimulus Bagi Inkubator Bisnis tahun 2013 (format terlampir), e. Menyertakan Proposal Kegiatan Model Inkubasi Bisnis sesuai dengan format terlampir, f. Lulus Seleksi. C. Persyaratan Proposal Kegiatan Inkubator Bisnis Penerima Bantuan Fasilitasi Dana bansos wajib membuat proposal kegiatan yang dibuat sesuai dengan outline yang telah ditetapkan (Lampiran 1) dalam rangkap tiga (3), terdiri dari: satu (1) Asli dan dua (2) copy dan dilengkapi dengan: a. Surat Pengantar dari Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dinas/ Badan/Instansi lain yang menangani urusan kepemudaan di tingkat Provinsi, b. Biodata pelaksana Inkubator Bisnis sebagaimana contoh terlampir, c. Surat Permohonan mengikuti seleksi penyelenggaraan kegiatan Inkubator Bisnis Penerima Bantuan Fasilitasi Dana Stimulus di atas Kop Surat dan ditandatangani oleh Pimpinan Unit Usaha yang bersangkutan dan di stempel (format terlampir), d. Surat Pernyataan kesanggupan melaksanakan kegiatan inkubasi bisnis yang dibuat di atas Kop Surat dan ditandatangani oleh Pimpinan Unit Usaha yang bersangkutan di atas meterai Rp. 6.000 dan di stempel (format terlampir). e. Fotocopy KTP/SIM ketua Inkubator bisnis. D. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan 1. Sosialisasi dan penyebaran Buku Pedoman oleh Tim Pusat ke 33 Provinsi 2. Sosisalisasi dan penyebaran buku Pedoman oleh Provinsi ke Kabupaten/Kota 3. Penyusunan Proposal Kelayakan oleh lembaga/unit usaha 4. Pengajuan Proposal Kelayakan oleh lembaga ke Pusat dengan rekomendasi Kabupaten/kota dan Provinsi 5. Evaluasi Administratif 6. Penetapan inkubatot bisnis yang lulus seleksi administrasi 7. Pemberitahuan rencana survey lapangan dalam rangka fact finding 8. Tim Verifikasi melakukan verifikasi ke lapangan dan melakukan need asssment terhadap potensi dan rencana pengembangan sentra, termasuk rencana program/kegiatan yang dapat dikembangkan 9. Tim Verifikasi melakukan rapat dan menentukan incubator bisnis yang lulus dan dianggap layak menerima bansos, 10. Tim Verifikasi mengajukan hasil seleksi ke Deputi Bidang Pengembangan Pemuda untuk selanjutnya disampaikan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk diterbitkan SK Penetapan penerima bansos, 11. Setelah penetapan SK dari KPA, selanjutnya dilakukan pemberkasan, dan penandatangan Akad Kerjasama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan SKP Terpilih, 12. Penyaluran Dana Bansos langsung ke rekening lembaga terpilih Penyelenggaraan program SKP E. Penggunaan Dana Penggunaan dana penyelenggaraan kegiatan Inkubator Bisnis Penerima Bantuan Fasilitasi Dana Stimulus untuk program pendampingan berbasis coaching disesuaikan dengan jumlah peserta program, dengan perincian sebagai berikut: a. Biaya pendidikan dan pelatihan (maksimal 30%), dipergunakan untuk pendidikan dan pelatihan meliputi rekrutmen Peserta Program, honorarium pengelola dan pendidik, bahan dan peralatan praktek, biaya sertifikasi lulusan, laporan dan success story, bahan habis pakai termasuk ATK, dan biaya operasional tidak langsung seperti biaya daya dan jasa, pemeliharaan peralatan serta biaya operasional lainnya yang menunjang proses pembelajaran. b. Pembentukan kelompok usaha dan pemberian modal awal(minimal 30%), dipergunakan untuk kepentingan peserta program yaitu untuk kepentingan peningkatan usaha, misalnya pembenahan sistem, penambahan modal, jejaring pasar, jejaring uaha dan sebagainya.. c. Pendampingan dan mentoring (maksimal 40%), dipergunakan untuk keperluan pendampingan dan mentoring; meliputi honorarium, pelaksanaan, dan penunjang lainnya. F. Tugas Inkubator Bisnis Inkubator Bisnis bertugas untuk: a. Membuat proposal pelaksanaan kegiatan kegiatan pendampingan berbasis coaching tahun 2013 selama minimal 8 bulan. b. Mengikuti sosialisasi dan menandatangani perjanjian kerjasama antara Deputi Bidang pengembangan Pemuda Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan inkubator bisnis calon penerima bantuan. c. Menggunakan dana bantuan sesuai dengan pedoman yang ada. d. Membuat laporan pertanggungjawaban secara tertulis pelaksanaan fasilitasi inkubator bisnis merujuk pada format terlampir sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. Menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan, ke Deputi Bidang Kewirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga, serta tembusan ke Dinas Pemuda dan Olahraga/Dinas Kepemudaan di Tingkat Provinsi. BAB IV MEKANISME PELAKSANAAN PROGRAM A. Sosialisasi Sosialisasi merupakan penyebarluasan informasi berkaitan dengan pelaksanaan program bantuan sosial fasilitasi inkubator bisnis. Sosialisasi ditujukan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dinas/Badan yang menangani Kepemudaan di Propinsi/Kabupaten/Kota, Organisasi Kepemudaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kepemudaan, Perguruan Tinggi, SKP, dan Kelompok-kelompok pemuda lainnya. Sosialisasi dapat dilakukan melalui penyebaran surat edaran, poster, booklet, atau pelaksanaan orientasi/diskusi. B. Tim Verifikasi Tim Verifikasi dibentuk dengan keputusan pejaban pembuat komitmen pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda atas usulan Asisten Deputi Kewirausahaan pemuda, dengan tugas pokok sebagai berikut : 1. Melakukan verifikasi administrasi 2. Melakukan verifikasi lapangan 3. Mengadakan rapat tentang hasil verifiksasi 4. Mengusulkan proposal yang layak dinilai mendapat bantuan. C. Pelaksanaan Verifikasi Metode yang digunakan dalam memverifikasi lembaga calon penerima dana Inkubator Bisnis ini adalah metode verifikasi kualitatif. Artinya, dari seluruh calon inkubator yang mengajukan proposal fasilitasi Inkubator Bisnis, yang terpilih adalah 27 inkubator terbaik setelah dilakukan penilaian dengan teknik dan indikator yang ditentukan. 1. Verifikasi Administrasi Setelah proposal diterima di kantor Kementerian pemuda dan olahraga serta mendapat disposisi dari pimpinan (menteri/sekretaris kementerian/Deputi/ Asdep) maka asdep meneruskan kepada tim/penilai untuk melakukan verifikasi administrasi. Verivikasi Administratif, menggunakan sistem gugur. Bagi lembaga yang mengajukan proposal dan setelah dievaluasi ternyata dokumen yang diajukan tidak lengkap, atau persyaratan umum tidak terpenuhi maka lembaga tersebut dinyatakan gugur. Bagi lembaga yang lulus dalam seleksi administrasi akan dilanjutkan dengan seleksi teknis. 2. Verifikasi Teknis Verifikasi Teknis, menggunakan sistem penilaian kualitas, dimana terdapat empat aspek yang akan dinilai dengan bobot masing-masing sebagai berikut: No. Aspek Penilaian Bobot (%) 1. Kapasitas Lembaga 10 2. Kelayakan Program/Usaha 20 3. Manajemen Penyelenggaraan Program 20 4. Rencana Penyelenggaraan kegiatan Inkubasi Bisnis kepada WMP,KWP dan SKP 50 Jumlah 100 Inkubator yang memperoleh nilai teknis terbaik akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan, dan bagi yang tidak masuk dalam peringkat terbaik dinyatakan gugur. 3. Verifikasi Lapangan Verifikasi lapangan akan dilakukan terhadap lembaga yang telah lolos dalam verifikasi teknis, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam verifikasi lapangan adalah : a. Keberadaan lembaga yang mengajukan proposal b. Kelayakan lembaga yang akan menyelenggarakan program c. Kemampuan SDM lembaga dalam penyelenggaraan program d. Ketersedian prsarana dan sarana yang dapat menunjang penyelengaraan program e. Kesesuaian antara proposal dengan kenyataan yang ada dilapangan f. Komitmen pengelola lembaga dalam penyelenggaraan program yang akan dilaksanakan. Verifikasi Lapangan, tidak mempengaruhi nilai (penambahan atau pengurangan), melainkan hanya dimaksudkan untuk mendapatkan jaminan bahwa data dan informasi yang disampaikan dalam proposal adalah benar. Apabila dari hasil verifikasi ke lapangan ternyata ditemukan data yang tidak sesuai dengan data dan informasi yang dicantumkan dalam proposal, maka lembaga tersebut dinyatakan gugur dalam proses seleksi. Bagi inkubator bisnis yang dinyatakan lulus dalam proses verifikasi, maka akan diajukan sebagai Inkubator Bisnis Penerima Bantuan Fasilitasi Dana Stimulus. Apabila jumlah lembaga yang lulus verifikasi lapangan berjumlah lebih dari 27 (dua puluh tujuh) Inkubator Bisnis maka yang akan ditetapkan sebagai lembaga calon penyelenggara Inkubasi Bisnis adalah 27 (duapuluh tujuh) inkubator dengan nilai teknis terbaik, sedangkan sisanya adalah cadangan. Inkubator cadangan akan ditetapkan sebagai penyelenggara Inkubasi Bisnis apabila hingga batas waktu tertentu terdapat calon penerima yang telah ditetapkan sebagai calon penyelenggara Inkubasi Bisnis mengundurkan diri. 4. Laporan Hasil Verifikasi Petugas Verifikasi lapangan wajib membuat laporan tertulis yang disampaikan dalam rapat tim verifikasi, rapat verifikasi membahas seluruh hasil laporan yang disampaikan oleh petugas verifikasi. Rapat verifikasi menilai dan merekomendasikan kandidat calon penerima bantuan sosial Fasilitasi SKP. Rekomendasi dari tim verifikasi disampaikan kepada Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda. 5. Usulan penetapan penerima Bantuan Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda dengan diketahui oleh Deputi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda mengusulkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk menetapkan Surat Keputusan tentang penetapan penerima bantuan sosial. D. Penetapan Setelah Ada usulan dari Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda dengan diketahui oleh Deputi Pengembangan Kewirausahaan Pemuda, KPA menetpakan penerima bantuan sosial dalam bentuk Surat Keputusan (SK) tentang penetapan penerima bantuan soaial fasilitasi SKP. E. Perjanjian Kerjasama Sebelum dana disalurkan kepada yang berhak menerima sebagaimana yang sebutkan dalam SK KPA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wajib mengadakan perjanjian nkerjasama (MOU) dengan penerima bantuan soaial fasilitasi SKP. Dalam surat perjanjian tersebut Sekurang-kurangnya memuat : 1. Dasar pembuatan perjanjian kersama 2. Nomor dan tanggal DIPA 3. Kode Kegiatan/Sub Kegiatan/Kode Akun 4. Nomor dan tanggal surat perjanjian 5. Nama para pihak yang terlibat dalam perjanjian kerjasama 6. Rekening Penerima Bantuan 7. Tata cara dan syarat yang diperjanjikan 8. jangka waktu penyaluran banuan dan penyelesaian pekerjaan 9. Ketentuan sanksi 10. Tanda tangan dan nama para pihakyang terlibat dalam perjanjian kerjasama F. Pencairan Dana Bantuan Sosial Mekanisme pencairan dana bantuan sosial adalah transfer kepada lembaga/yayasan/organisasi penerima bantuan sosial sesuai dengan SK KPA tentang pemberian bantuan sosial. Pencairan dilakukan sekaligus (100%) dari pagu dana bantuan sosial dengan melampirkan berkas-berkas sebagai berikut : 1. Surat permohonan dan Proposal dari lembaga/yayasan/organisasi penerima bantuan sosial sesuai dengan SK KPA pemberian bantuan sosial 2. Surat penetapan Tim Verifikasi bantua sosial 3. Berita Acara Tim Verifikasi bantuan sosial 4. SK KPA tentang penerima bantuan sosial 5. Surat Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dalam hal ini dilakukan oleh PPK dengan lembaga/yayasan/organisasi penerima bantuan sosial. 6. Surat peryataan Tanggungjawab mutlak 7. Surat Permintaan pembayaran (SPP) 8. Surat Peryataan Tanggung Jawab Belanja. Setelah berkas tersebut lengkap PPK menyerahkan kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PP SPM) untuk diterbitkan SPM. G. Penerbitan SPM Berkas yang telah disampaikan PPK selanjutnya digunakan sebagai dasar pembuatan/penerbitan SPM. Mekanisme penerbitan SPM adalah sebagai berikut : 1. PPK mengajukan surat perintah pembayaran (SPP) kepada pejabat penandatangan SPM untuk diterbitkan SPM 2. Pejabat penendatangan SPM akan melakukan pengujian terhadap berkas yang disampiakn oleh PPK. Jika sudah dinyatakan benar dan lengkap, maka akan diterbitkan SPM. Jika masih terdapat kekurangan, dokumen dikembalikan kepada PPK untuk diperbaiki. Setelah diperbaiki kemudian diserahkan kembali kepada PP SPM untuk diterbitkan SPM 3. Selanjutnya dokumen SPM diajukan ke KPPN guna penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). 4. SP2D tersebut sebagai dasar transfer dana kepada lemabaga/yayasan/organisasi penerima bantuan sosial. H. Pemanfaatan dan Pembelanjaan Pemanfaatan dan pembelanjaan dana bantuan sosial dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Dana bantuan sosial yang telah dicairkan agar sesegera mungkin dibelanjakan sesuai dengan peruntukannya. 2. Pemanfaatan dana disesuaikan dengan proposal yang telah dibuat dengan prinsip transparan, efisien dan efektif. 3. Pembelanjaan dana bantuan sosial mutlak harus dilengkapi dengan bukti-bukti pengeluaran berupa kwitansi/bon pembelanjaan. 4. Kwitansi/bon pembelanjaan untuk selanjutnya dicatat/dibukukan dan bukti-bukti tersebut diarsipkan dengan baik dan digunakan untuk keperluan pertanggungjawaban I. PELAPORAN DAN AUDIT KEUANGAN Lembaga penerima bantuan sosial berkewajiban menyampaikan laporan penggunaan dana bantuan secara periodik kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, c.q. Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda. Laporan penggunaan dana terdiri dari rincian penggunaan dana yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran, dilengkapi dengan bukti pendukung (fotocopy). Laporan penggunaan dana ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan kegiatan secara keseluruhan. Laporan kegiatan minimal memuat hal-hal pokok dari pelaksanaan kegiatan, antara lain: 1) Latar belakang, 2) bidang Usaha yang dilaksanakan, 3) Langkah-langkah pelaksanaan usaha, 4) hasil yang dicapai, 5) waktu dan tempat pelasanaan usaha, 6) realisasi anggaran, 7) pelaksanaan usaha, 8) lampiran-lampiran. Terkait dengan penerimaan dan penggunaan dana bantuan sosial, lembaga penerima wajib dan harus siap jika sewaktu-waktu diperiksa oleh petugas berwenang. Laporan di sampaikan ke Asdep Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang pengembangan Pemuda Kementerian Negara Pemuda dan OlahragaRepublik Indonesia, Jalan Gerbang Pemuda No. 3 Senayan, Jakarta Telp/Faks: (021) 5738592.Tembusan disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga/Badan Pemuda dan Olahraga atau Dinas/Badan Lain yang menangani masalah kepemudaan di Tingkat Provinsi dan Dinas Pemuda dan Olahraga/Badan Pemuda dan Olahraga atau Dinas/Badan Lain yang menangani kepemudaan di tingkat Kabupaten/kota. V. PENUTUP Panduan ini diharapkan menjadi acuan penyelenggaraan kegiatan Pengembangan Sentra Kewirausahaan dan Wirausaha Muda Pemula melalui Fasilitasi Dana Stimulus inkubator bisnis Tahun 2013, sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien serta memperoleh hasil yang optimal dalam rangka menunjang tercapainya tujuan pengembangan kewirausahaan pemuda. Hal ini dapat ditempuh melalui persamaan persepsi dan gerak langkah mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan. Demikian isi pedoman ini dibuat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam petunjuk teknis ini, akan ditetapkan menyusul berdasarkan ketentuan yang berlaku. Lampiran-Lampiran LAMPIRAN 1. OUTLINE PROPOSAL KEGIATAN BANTUAN FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS a. Sampul Muka Sampul muka proposal warna merah bata dengan ukuran kertas A-4, seperti contoh berikut: USUL KEGIATAN PROGRAM FASILITASI INKUBATOR BISNIS LOGO LEMBAGA INKUBATOR TEMA KEGIATAN …………………………………………………………… …….Alamat Lengkap INKUBATOR BISNIS Tahun 2013 b. Halaman Pengesahan Setiap usulan program harus disertai halaman pengesahan yang menunjukkan bahwa usul yang bersangkutan telah melalui proses administrasi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga atau dinas lain yang menangani kpemudaan di Provinsi. c. Sistematika Penulisan proposal mengikuti alur penulisan sebagai berikut halaman pengesahan (lihat halaman pengesahan). Judul …………………………………………………………………………...…………… 1. Analisis Situasi Antara lain berisi penjelasan mengenai: a. Latar belakang diperlukannya kegiatan inkubasi bisnis dengan klien SKP dan WMP di daerahnya, b. Potensi daerah di sekitar inkubator pengusul yang berkaitan dengan perusahaan/industri besar, menengah, kecil dan KUPP, masalah serta peluang yang masih ada untuk tumbuhnya wirausaha pemuda yang baru. c. Potensi atau Pengalaman inkubator bisnis, dilihat dari segi pengembangan usaha dan pengalaman berkarya dalambidang usaha unggulan, d. Penetapan tim pelaksana dan nara sumber serta metode pengoperasian inkubasi bisnis yang spesifik berdasarkan kondisi lingkungan e. Peranan inkubator, kelembagaan yang telah ada, dan kegiatan yang berkaitan dengan UKM 2. Tujuan Khusus dan Target Luaran Kegiatan a. Tujuan spesifik yang ingin dicapai terutama berkaitan dengan kontribusi kegiatan dalam membantu industri kecil, menengah dan lulusan baru untuk memperkuat dirinya agar dapat bersaing dalam bisnis. b. Target luaran minimal yang direncanakan untuk dicapai 3. Strategi Pelaksananaan pengembangan Dampingan Inkubasi Bisnis Antara lain menjelaskan penetapan strategi pengembangan yang menjadi fokus kegiatan inkubator bisnis, dikaitkan dengan klasifikasi bisnis yang memungkinkan pertumbuhan dengan baik yang signifikan meningkatkan pemanfaatan potensi daerah, kebutuhan calon peserta dan kepakaran yang tersedia. 4. Calon Peserta Calon peserta Inkubasi Bisnis adalah wirausaha pemuda pemula dan atau Sentra Kewirausahaan Pemuda yang tergabung dalam unit-unit usaha. Pada bagian ini dijelaskan mengenai kondisi calon peserta Inkubasi bisnis saat ini dalam wirausaha atau pengalaman praktis dan pengembanganusaha, motivasi keikutsertaan dan rencana pengembangan diri dalam berwirausaha, serta inovasi yang dikembangkan. Penjelasan secara rinci mengenai calon peserta yang mencakup nama, alamat, tempat dan tanggal lahir serta hal-hal tersebut di atas, akan menambah keyakinan penilai dan meningkatkan peluang keberhasilan penerimaan usul kegiatan Inkubasi bisnis yang diajukan. 5. Komoditas Komersial yang diusulkan dan Justifikasinya Antara lain berisi penjelasan mengenai nama dan manfaat/kegunaan komoditas yang akan menjadi fokus kegiatan peserta Inkubasi bisnis yang dilengkapi dengan justifikasi ekonomi berupa (1) analisis biaya produksi dan penjualan, (2) peluang pasar beserta pemasarannya, (3) rancangan bisnis, dan (4) peluang komoditas dalam memperoleh modal usaha (perbankan, dukungan mitra pengusaha/industri). Komoditas dapat berupa barang/perangkat keperluan masyarakat, komponen yang diperlukan dalam pembuatan perangkat, atau substitusi sub-sistem. Dijelaskan pula justifikasi usaha diantaranya inovasi produk, teknis, marketing, atau justifikasi lainnya yang menunjukkan rancangan menaikkan kinerja usaha dampingan. 6. Pola/Rancangan Operasional dan Evaluasi Inkubasi Bisnis Antara lain berisi pola dan rancangan operasional inkubator Bisnis, pola peningkatan keahlian peserta, pola pendampingan berbasis coaching kepada peserta dalam upaya memberikan solusi masalah bisnis dan mewujudkan komoditas yang telah dicanangkan. Dijelaskan pula metode dan pelaksanaan evaluasi kegiatan dan keberhasilan Inkubasi Bisnis, serta kelanjutannya 7. Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan Inkubasi Bisnis Antara lain berisi penjelasan secara rinci mengenai rencana persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan Inkubasi Bisnis serta jadwal keseluruhan kegiatan (tentative). Apabila mengajukan usulan Inkubasi Bisnis untuk 3 tahun, maka rencana kerja dan jadwal tahun pertama harus dibuat rinci. Rencana kerja dan jadwal tahun kedua dan ketiga boleh dibuat secara garis besar, tetapi harus dirinci pula untuk penilaian persetujuan kelanjutan kegiatan tahun kedua dan seterusnya. 8. Rencana Anggaran Belanja Berisi uraian anggaran biaya beserta penjelasannya untuk akuntabilitas pendanaan dengan mengikuti kerangka acuan pada butir (1). 9. Tim Pelaksana Kegiatan dan Nara Sumber Berisi penjelasan mengenai nama, bidang keahlian dan penugasan dalam pelaksanaan Inkubasi Bisnis (dibuat dalam Tabel). Disertai sertifikat dan atau surat keterangan yang dimiliki. 10. Biodata Tim Pelaksana Kegiatan dan Nara Sumber Antara lain meliputi: Nama, Tempat/tanggal lahir, Kualifikasi bidang keilmuan, Institusi tempat bekerja (Fakultas, Jurusan, Program Studi), jenjang pendidikan, dan penjelasan rinci tentang pengalaman kerja, pengalaman penelitian/pengembangan teknologi yang berkaitan khusus dengan komoditas/bidang kewirausahaan yang menjadi fokus kegiatan Inkubasi Bisnis selama lima tahun terakhir serta pengalaman yang berkaitan dengan kewirausahaan. 11. Feasibilitas Sarana Prasarana Institusi Pendukung dalam Mendukung Kegiatan Inkubasi Bisnis Antara lain berisi penjelasan a. Sumberdaya manusia b. Sumberdaya peralatan c. Sumberdaya akses pasar, relasi bisnis dan teknologi d. Hubungan kerja Inkubasi Bisnis dengan dunia usaha atau industry e. Hubungan dengan perguruan tinggi LAMPIRAN 2. BIO DATA PELAKSANA KEGIATAN BANTUAN FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS BIODATA INKUBATOR BISNIS TAHUN 2013 Provinsi : .................................................................................... Nama Lembaga : .................................................................................... Alamat Lembaga : .................................................................................... .................................................................................... .................................................................................... Nama Ketua : .................................................................................... Tempat/Tanggal lahir : .................................................................................... Jabatan : .................................................................................... No. Telp / Fax : .................................................................................... HP : .................................................................................... Email : .................................................................................... Kota....., ....................tgl/bln/2013 ( ) LAMPIRAN 3. SURAT PERMOHONAN MENGIKUTI SELEKSI KEGIATAN BANTUAN FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS TAHUN 2013 KOP SURAT LEMBAGA Kepada Yth. Bapak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI U/P: Deputi Menteri Bidang Pengembangan Pemuda Grha Pemuda dan Olahraga Lt. 7 Jl.Gebang Pemuda No. 3, Senayan Jakarta 10270 Dengan Hormat, Sehubungan dengan tawaran kerjasama KEGIATAN BANTUAN FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, bersama ini kami mengajukan permohonan mengikuti seleksi kegiatan tersebut sebagai inkubator bisnis untuk program dimaksud.Sesuai dengan persyaratan yang diminta, bersama ini kami sampaikan tiga (3) rangkap dokumen proposal yang terdiri dari satu (1) asli dan dua (2) copy. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kami ucapkan terimakasih. Kota...., Tgl/Bln/2013 Nama Lembaga ....................... TTD dan Stempel Nama ................ Jabatan LAMPIRAN 4. SURAT PERNYATAAN KOP SURAT LEMBAGA SURAT PERNYATAAN Yang bertandatangan di bawah ini: N a m a : .......................................... Jabatan : .......................................... Alamat : .......................................... Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1. Bahwa segala data dan informasi yang kami sampaikan dalam proposal ini adalah benar, dan oleh karenanya kami bersedia untuk diverifikasi oleh Pihak yang berwenang, 2. Bahwa apabila lembaga kami terpilih sebagai calon Penerima FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS, maka sebelum kontrak ditandatangani kami bersedia membuka rekening bank khusus untuk keperluan penyelenggaraan program ini. Demikianlah pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dengan rasa penuh tanggungjawab. Kota...., Tgl/Bln/2013 Nama Lembaga ....................... TTD Meterai 6000 dan Stempel Nama ................ Jabatan LAMPIRAN 5. SURAT KETERANGAN KEMITRAAN Kepada Yth. Bapak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI U/P: Deputi Menteri Bidang Pengembangan Pemuda Grha Pemuda dan Olahraga Lt. 7 Jl.Gebang Pemuda No. 3, Senayan Jakarta 10270 Dengan Hormat, Sehubungan dengan keikutsertaan SKP................................ dalam seleksi KEGIATAN BANTUAN FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, bersama ini kami menerangkan bahwa Inkubator bisnis .................... benar telah bermitra dengan kami/akan melakukan kemitraan dengan kami dalam penyelenggaraan program dimaksud*). Demikianlah keterangan ini kami berikan dengan sebenarnya. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terimakasih. Kota...., Tgl/Bln/2009 Nama Lembaga ....................... TTD dan Stempel Nama ................ Jabatan LAMPIRAN 6 : LAPORAN PENERIMAAN DANA KOP SURAT LEMBAGA Kepada Yth. Bapak Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI U/P: Deputi Menteri Bidang Pengembangan Pemuda Grha Pemuda dan Olahraga Lt. 7 Jl.Gebang Pemuda No. 3, Senayan Jakarta 10270 Dengan ini kami beritahukan bahwa: Nama Inkubator : .............................................................................. Alamat : .............................................................................. Nomor Rekening : .............................................................................. telah menerima dana bantuan FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS,sejumlah Rp (.....................................) pada tanggal ................, fotokopi rekening terlampir. Demikian laporan ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Kota...., Tgl/Bln/2013 Nama Lembaga ....................... TTD dan Stempel Nama ................ Jabatan LAMPIRAN 7. OUTLINE LAPORAN KEGIATAN I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program yang diusulkan 1.2. Tujuan Program 1.3. Target dan Hasil yang terlaksana II. PROFIL LEMBAGA 2.1. Sejarah berdirinya Lembaga 2.2. Susunan Pengurus 2.3. Kegiatan yang telah dijalankan dalam 3 tahun terakhir 2.4. Profil kegiatan inkubator bisnis III. PROGRAM PENGEMBANGAN INKUBASI BISNIS PADA SENTRA KEWIRAUSAHAAN PEMUDA 3.1. Jenis kegiatan yang dikembangkan 3.2. Skenario Pengembangan Model Inkubator Bisnis 3.3. Deskripsi dampingan yang pernah dilibatkan 3.4. Potensi Pengembangan Inkubator Bisnis IV. ASPEK KEUANGAN FASILITASI DANA STIMULUS BAGI INKUBATOR BISNIS, 4.1. Kebutuhan Kegiatan Inkubasi Bisnis pelakanaan beserta analisisnya) 4.2. Pertanggungjawaban dan keterserapan dana stimulasi V. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN SKP 5.1. Analisis situasi 5.2. Kegiatan yang telah dilaksanaan (uraikan pelaksanaan kegiatan secara rinci. 5.3. Mitra kerjsama yang telah terjalin. 5.4. Kendala yang dihadapi dan solusi yang dilakukan. 5.5. Prospek pengembangan kegiatan ke depan. 5.6. Analisis kesenjangan antara pelaksanaan dan target 5.7. Exit strategi dalam kelangsungan inkubator Bisnis VI. KESIMPULAN, SARAN DAN REKOMENDASI VII. PENUTUP LAMPIRAN-LAMPIRAN (SK penetapan penerima bantuan, profil lembaga, surat kerjsama dengan mitra, rincin penggunaan dana, foto-foto produk dan pelaksanaan kegiatan asli, dan lampiran lain yang menunjang pelaksanaan kegiatan) PAGE 29 Pedoman Pelaksanaan FASILITASI INKUBATOR BISNIS


Comments

Copyright © 2024 UPDOCS Inc.